Langsung ke konten utama

Penyebab Datang dan Hilangnya Hidayah Allah swt

Penyebab Datang dan Hilangnya Hidayah
Penyebab Datang dan Hilangnya Hidayah 

Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, hari ini saya lagi semangatnya mengetik artikel yang akan di publikasikan ini, judul artikelnya adalah Penyebab Datang dan Hilangnya Hidayah Allah swt.
Dikarenakan inti dan hakikat hidayah adalah taufik dari Allah Ta’ala, sebagaimana penjelasan sebelumnya, maka berdoa dan memohon hidayah kepada Allah Ta’ala merupakan sebab yang paling utama untuk mendapatkan hidayah-Nya.
Dalam hadits Qudsi yang shahih, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku niscaya Aku akan berikan petunjuk kepada kalian”.
Oleh karena itu, Allah Ta’ala yang maha sempurna rahmat dan kebaikannya, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk selalu berdoa memohon hidayah taufik kepada-Nya, yaitu dalam surah al-Fatihah:
{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ}
“Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus”.
Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata: “Doa (dalam ayat ini) termasuk doa yang paling menyeluruh dan bermanfaat bagi manusia, oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk berdoa kepada-Nya dengan doa ini di setiap rakaat dalam shalatnya, karena kebutuhannya yang sangat besar terhadap hal tersebut”.
Dalam banyak hadits yang shahih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita doa memohon hidayah kepada Allah Ta’ala. Misalnya doa yang dibaca dalam qunut shalat witir:
(( اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْت))
“Ya Allah, berikanlah hidayah kepadaku di dalam golongan orang-orang yang Engkau berikan hidayah”.
Juga doa beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam:
(( اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى، وَالْعِفَّةَ وَالْغِنَى ))
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, penjagaan diri (dari segala keburukan) dan kekayaan hati (selalu merasa cukup dengan pemberian-Mu)”.
Sebaliknya, keengganan atau ketidak-sungguhan untuk berdoa kepada Allah Ta’ala memohon hidayah-Nya merupakan sebab besar yang menjadikan seorang manusia terhalangi dari hidayah-Nya.
Oleh karena itu, Allah Ta’ala sangat murka terhadap orang yang enggan berdoa dan memohon kepada-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam: “Sesungguhnya barangsiapa yang enggan untuk memohon kepada Allah maka Dia akan murka kepadanya” 5.

Penyebab Datang dan Hilangnya Hidayah Allah swt

Hal-hal lain yang menjadi sebab datangnya hidayah Allah Ta’ala selain yang dijelaskan di atas adalah sebagai berikut:

  1. Tidak bersandar kepada diri sendiri dalam melakukan semua kebaikan dan meninggalkan segala keburukan
Artinya selalu bergantung dan bersandar kepada Allah Ta’ala dalam segala sesuatu yang dilakukan atau ditinggalkan oleh seorang hamba, serta tidak bergantung kepada kemampuan diri sendiri.
Ini merupakan sebab utama untuk meraih taufik dari Allah Ta’ala yang merupakan hidayah yang sempurna, bahkan inilah makna taufik yang sesungguhnya sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama Ahlus sunnah.
Coba renungkan pemaparan Imam Ibnul Qayyim berikut ini: “Kunci pokok segala kebaikan adalah dengan kita mengetahui (meyakini) bahwa apa yang Allah kehendaki (pasti) akan terjadi dan apa yang Dia tidak kehendaki maka tidak akan terjadi. Karena pada saat itulah kita yakin bahwa semua kebaikan (amal shaleh yang kita lakukan) adalah termasuk nikmat Allah (karena Dia-lah yang memberi kemudahan kepada kita untuk bisa melakukannya), sehingga kita akan selalu mensyukuri nikmat tersebut dan bersungguh-sungguh merendahkan diri serta memohon kepada Allah agar Dia tidak memutuskan nikmat tersebut dari diri kita. Sebagaimana (kita yakin) bahwa semua keburukan (amal jelek yang kita lakukan) adalah karena hukuman dan berpalingnya Allah dari kita, sehingga kita akan memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar menghindarkan diri kita dari semua perbuatan buruk tersebut, dan agar Dia tidak menyandarkan (urusan) kita dalam melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan kepada diri kita sendiri. Telah bersepakat al ‘Aarifun (orang-orang yang memiliki pengetahuan yang dalam tentang Allah dan sifat-sifat-Nya) bahwa asal semua kebaikan adalah taufik dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, sebagaimana asal semua keburukan adalah khidzlaan (berpalingnya) Allah Ta’ala dari hamba-Nya. Mereka juga bersepakat bahwa (makna) taufik itu adalah dengan Allah tidak menyandarkan (urusan kebaikan/keburukan) kita kepada diri kita sendiri, dan (sebaliknya arti) al khidzlaan (berpalingnya Allah Ta’ala dari hamba) adalah dengan Allah membiarkan diri kita (bersandar) kepada diri kita sendiri (tidak bersandar kepada Allah Ta’ala)”.
Inilah yang terungkap dalam doa yang diucapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam: “(Ya Allah), jadikanlah baik semua urusanku dan janganlah Engkau membiarkan diriku bersandar kepada diriku sendiri (meskipun cuma) sekejap mata”.
Oleh karena inilah makna dan hakikat taufik, maka kunci untuk mendapatkannya adalah dengan selalu bersandar dan bergantung kepada Allah Ta’ala dalam meraihnya dan bukan bersandar kepada kemampuan diri sendiri.
Imam Ibnul Qayyim berkata: “Kalau semua kebaikan asalnya (dengan) taufik yang itu adanya di tangan Allah (semata) dan bukan di tangan manusia, maka kunci (untuk membuka pintu) taufik adalah (selalu) berdoa, menampakkan rasa butuh, sungguh-sungguh dalam bersandar, (selalu) berharap dan takut (kepada-Nya). Maka ketika Allah telah memberikan kunci (taufik) ini kepada seorang hamba, berarti Dia ingin membukakan (pintu taufik) kepadanya.Dan ketika Allah memalingkan kunci (taufik) ini dari seorang hamba, berarti pintu kebaikan (taufik) akan selalu tertutup baginya”.

2. Selalu mengikuti dan berpegang teguh dengan agama Allah Ta’ala secara keseluruhan lahir dan batin.
Allah Ta’ala berfirman:
{فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلا يَضِلُّ وَلا يَشْقَى}
“Maka jika datang kepadamu (wahai manuia) petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara (dalam hidupnya)” (QS Thaahaa: 123).
Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa orang yang mengikuti dan berpegang teguh dengan petunjuk Allah  yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi Wasallam, dengan mengikuti semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, maka dia tidak akan tersesat dan sengsara di dunia dan akhirat, bahkan dia selalu mendapat bimbingan petunjuk-Nya, kebahagiaan dan ketentraman di dunia dan akhirat.
Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman:
{وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ}
“Dan orang-orang yang selalu mengikuti petunjuk (agama Allah Ta’ala) maka Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketaqwaannya” (QS Muhammad: 17).

3. Membaca al-Qur-an dan merenungkan kandungan maknanya.
Allah Ta’ala berfirman:
{إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا}
“Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” (QS al-Israa’: 9).
Imam Ibnu Katsir berkata: “(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji kitab-Nya yang mulia yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi Wasallam, yaitu al-Qur-an, bahwa kitab ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan jelas”.
Maksudnya: yang paling lurus dalam tuntunan berkeyakinan, beramal dan bertingkah laku, maka orang yang selalu membaca dan mengikuti petunjuk al-Qur-an, dialah yang paling sempurna kebaikannya dan paling lurus petunjuknya dalam semua keadaannya.

4. Mentaati dan meneladani sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.
Allah Ta’ala menamakan wahyu yang diturunkan-Nya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam sebagai al-huda (petunjuk) dan dinul haq (agama yang benar) dalam firman-Nya:
{هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا}
“Dialah (Allah Ta’ala) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama, dan cukuplah Allah sebagai saksi” (QS al-Fath: 28).
Para ulama Ahli Tafsir menafsirkan al-huda (petunjuk) dalam ayat ini dengan ilmu yang bermanfaat dan dinul haq (agama yang benar) dengan amal shaleh.
Ini menunjukkan bahwa sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam adalah sebaik-baik petunjuk yang akan selalu membimbing manusia untuk menetapi jalan yang lurus dalam ilmu dan amal.
Dalam hadits yang shahih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya sebenar-benar ucapan adalah kitab Allah (al-Qur-an), sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang diada-adakan (baru dalam agama)”.
Inilah makna firman Allah Ta’ala:
{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا}
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS al-Ahzaab: 21).

5. Mengikuti pemahaman dan pengamalan para Shahabat radhiallahu’anhum dalam beragama.
Allah Ta’ala berfirman:
{فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ}
“Jika mereka beriman seperti keimanan yang kalian miliki, maka sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam perpecahan” (QS al-Baqarah: 137).
Ayat ini menunjukkan kewajiban mengikuti pemahaman para Shahabat radhiallahu’anhum dalam keimanan, ibadah, akhlak dan semua perkara agama lainnya, karena inilah sebab untuk mendapatkan petunjuk dari Allah Ta’ala. Para Shahabat radhiallahu’anhum adalah yang pertama kali masuk dalam makna ayat ini, karena merekalah orang-orang yang pertama kali memiliki keimanan yang sempurna setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.

  6. Meneladani tingkah laku dan akhlak orang-orang yang shaleh sebelum kita.
Allah Ta’ala berfirman:
{أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ}
“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka” (QS al-An’aam: 90).
Dalam ayat ini Allah Ta’ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam untuk meneladani petunjuk para Nabi ‘alaihissalam yang diutus sebelum beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam, dan ini juga berlaku bagi umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam.

7. Mengimani takdir Allah Ta’ala dengan benar.
{مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ}
“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS at-Taghaabun:11).
Imam Ibnu Katsir berkata: “Makna ayat ini: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, sehingga dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Dia akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan yang lebih baik baginya”.

8. Berlapang dada menerima keindahan Islam serta meyakini kebutuhan manusia lahir dan batin terhadap petunjuknya yang sempurna.
Allah Ta’ala berfirman:
{فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ}
“Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk Allah berikan petunjuk kepadanya, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (menerima agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki kelangit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman” (QS al-An’aam: 125).
Ayat ini menunjukkan bahwa tanda kebaikan dan petunjuk Allah Ta’ala bagi seorang hamba adalah dengan Allah Ta’ala menjadikan dadanya lapang dan lega menerima Islam, maka hatinya akan diterangi cahaya iman, hidup dengan sinar keyakinan, sehingga jiwanya akan tentram, hatinya akan mencintai amal shaleh dan jiwanya akan senang mengamalkan ketaatan, bahkan merasakan kelezatannya dan tidak merasakannya sebagai beban yang memberatkan.

9. Bersungguh-sungguh dalam menempuh jalan Allah Ta’ala dan selalu berusaha mengamalkan sebab-sebab yang mendatangkan dan meneguhkan hidayah Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman:
{وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ}
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS al-‘Ankabuut: 69).
Imam Ibnu Qayyimil Jauziyah berkata: “(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala menggandengkan hidayah (dari-Nya) dengan perjuangan dan kesungguhan (manusia), maka orang yang paling sempurna (mendapatkan) hidayah (dari Allah Ta’ala) adalah orang yang paling besar perjuangan dan kesungguhannya”.
Demikianlah pemaparan ringkas tentang sebab-sebab datangnya hidayah Allah Ta’ala, dan tentu saja kebalikan dari hal-hal tersebut di atas itulah yang merupakan sebab-sebab hilangnya/tercabutnya hidayah Allah Ta’ala, semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari segala keburukan dan fitnah.

Penyebab Hilang dan Datangnya Hidayah Allag swt

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian yang mengunjungi website ini. Bila ada kesalahan teks maupun kata-kata yang kurang mohon dimaafkan.
Wallahu 'alam Bisshowab Akhirul kalam.
Wassalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Komentar

Artikel Populer

loading...

Khasiat dan Fadhilah Ayat Laqod Jaakum

Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, Dengan Nama Allah swt yang maha pengasih lagi maha penyayang yang telah menyempatkan saya membuat artikel postingan yang sangat berguna bagi muslimin dan muslimat. Pada postingan kali ini saya akan menyampaikan suatu amalan dari surat At-Taubah dengan judul Khasiat dan Fadhilah Laqod Jaakum, Semoga amalan yang saya sampaikan ini bisa lebih mendekatkan lagi pada Allah Swt Sang pencipta Alam ini.
Amalan untuk panjang umur, keselamatan, dan untuk berbagai macam hajat: Bacalah surat At Taubah ayat 128-129 sebanyak 7x setiap habis sholat 5 waktu, atau dibaca 7x sehabis sholat subuh dan dibaca 7x sehabis sholat maghrib, tetapi yang utama dibacanya sehabis sholat 5 waktu, maka insya Allah, Allah jadikan yang lemah menjadi kuat, yang punya hutang dimudahkan sama Allah dalam membayarnya, yang hina bisa menjadi mulia, yang rezekinya seret dibanyakkan rezekinya, mudah dikabulkan hajatnya, diberikan keselamatan, dipanjangkan umur, dll..
loading...

Teks Lirik Shalawat Syiir Tanpo Waton(Gusdur) Bahasa Jawa.mp3

Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah, dalam postingan kali ini saya membagi 3 bahasa syiir tanpo Waton gusdur menjadi 3 bahasa yaitu : Jawa, Indonesia dan Sunda. Pada hari ini saya akan mempublikasikan versi jawanya agar kalian mudah melihatnya kalau 1 per 1.

Yaa rosulallah salammun’alaik…
Yaa rofi’asaaniwaddaaroji…
`atfatayaji rotall `aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…

Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring pingeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo petungan 2X

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro 2X

Akeh kang apal Qur’an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2X

Gampang kabujuk nafsu angkoroIng
pepaese gebyare
ndunyoIri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2X

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine 2X

Kang aran sol…
loading...

Teks Lirik Shalawat Syiir Tanpo Waton(Gusdur) Bahasa Sunda.mp3

Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah, setelah kemarin saya membagikan Syiir Tanpo Waton Bahasa jawa dan Indonesia, sekarang saya membagikan versi Bahasa Sundanya.

Ya roshulalloh.. salam mun'alaika...
Ya rofi'asyaani waddaarojii....
'Athfataiyajii rotal'alaami...
Ya Uuhailaljudi walkaromi.....2X

Ngawitan abdi maos syi’iran
Kalawan muji Gusti Pangeran
Dzat nu maparin rahmat kanikmatan
Siang jeung wengi teu itung-itungan 2x

Duh dulur-dulur ka sadayana

Ulah mung ngaji wungkul syare’atna
Kur pinter dongeng, nulis jeung maca
Akhirna hungkul meunang sangsara 2x

Loba nu apal Qur’an jeung hadist
Seneng ngafirkeun jalma liana
Kafir sorangan teu dipalire
Padahal masih kotor hatena 2x

Gampang kabujuk nafsu angkara
Dina hiasan gebyarna dunya
Iri jeung dengki beunghar tatangga
Jadi atina poek jeung nista 2x

Yu dulur-dulur ulah mopohokeun
Wajib ngaji jeung kana ningkatkeuna
Pikeun ngandelkeun iman tauhidna
Saena bekel mulya maotna 2x

Jalma nu shaleh sae atina
M…
loading...

Shalawat Nariyah(munfarijah) dan Khasiatnya.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahhirobbil 'alamin, saya selaku owner blog ini akan mengisi kategori yang telah lama di diamkan dan tidak pernah update, kategori itu adalah Lirik dan Mp3 Shalawat. Ada beberapa Shalawat yang banyak digunakan di antaranya seperti :
Shalawat Nariyah adalah shalawat yang dibacakan atau dimasukkan kedalam tahlil, tawasul, maulid dan sebagainya. Nama lain dari Shalawat Nariyah adalah Shalawat Munfarijah. Shalawat ini terkenal dengan banyak khasiat di dalamnya diantaranya adalah :
Orang susah karena kehilangan barang, hendaklah membaca shalawat Munfarijah ini 4444 kali (empat ribu empat ratus empat puluh empat kali), Insya Allah barang yang hilang tersebut cepat kembali. Kalau barang tersebut diambil orang tidak sampai dikembalikan, maka orang itu akan mengalami musibah/kerusakan dengan kehendak Allah SWT. Sehubungan dengan itu, do'a yang dibaca setelah membaca shalawat Nariyah ini, boleh dengan bahasa Indonesia begini : "Ya …
loading...

Teks Lirik Shalawat Allah Allah Almadad.mp3

Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah, saya sudah diberi ilmu dan iman tinggi oleh Allah swt, tidak banyak ummat muslim wal muslimat yang melalaikan shalat fardhu apalagi shalat jumat yang agung, tadi saya pas training staff personalia mendengar suara adzan jum'at malah masih bicara didepan, saya kan laki-laki seharusnya mereka para wanita tahu apa hukumnya shalat jum'at? shalat jum'at itu wajib hukumnya bagi pria. mari saudara-saudaraku sekalian mendoakan staff -staff pabrik di indonesia ini semoga mereka mengerti ilmu agama islam sampai tuntas agar tidak terjadi hal seperti ini.

Kembali ke topik, sekarang saya akan membagikan sebuah lirik shalawat Allah-Allah Almadad untuk kita baca dan diamalkan , agaf hati kita tenang dan damai.

الله الله المدد يارسول الله
Allaah Allaah almadad yaa Rosuulallaah
ياعظيم الجاه عليك صلواة الله
Yâ ‘Adhiimal jaah ‘alaika sholawaatullaah

عبد بالباب يرتجی لثم الأعتاب
‘Abdun bil baabi yartajii latsmal a’taab
جد بالجواب مرحبا قد قبلن…